Senin, 16 Oktober 2017

7 Masalah Ketika Renovasi Rumah Tua


Memiliki properti yang sudah tua dapat menjadi keuntungan dan kelemahan tersendiri. Karena usianya sudah tua, tentu rumah tersebut memiliki banyak kenangan. Misalnya mulai dari Anda kecil, remaja, hingga dewasa. Namun, rumah yang sudah tua pastinya memiliki kerusakan-kerusakan yang harus diperbaiki. Oleh karena itu, renovasi rumah tua menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik rumah. Masalah apa saja yang dihadapi ketika merenovasi rumah tua? Simak ulasannya berikut ini.

1. Air

Air menjadi masalah ketika renovasi rumah tua karena menghasilkan kelembapan. Kelembapan tersebut akan menimbulkan jamur, lumut, bakteri, dan bahkan rayap. Biasanya, tempat yang rentan menghasilkan kelembapan ialah dinding dan komponen kayu. Akibatnya, Anda harus melakukan pembongkaran besar besaran. Bila ada kayu yang sudah busuk akibat rayap, Anda tentu juga harus menggantinya. Sayangnya, sulit untuk mengetahui seberapa besar komponen rumah yang sudah dirusak rayap. Apalagi bila rayap tersebut masih menempati kayu di rumah Anda. Selain rayap, lumut dan jamur juga dapat masuk ke retakan batu dinding. Akibatnya, dinding rumah akan semakin rapuh.

2. Retaknya Pondasi

Bila dilihat dari depan, rumah tua mungkin terlihat memiliki pondasi yang kokoh. Akan tetapi, pondasi seringkali menjadi masalah ketika merenovasi rumah tua. Karena usianya sudah tua, pondasi rumah tidaklah sekokoh dulu. Salah satu hal yang menyebabkan pondasi tidak kokoh lagi ialah penurunan permukaan tanah. Faktor alam yang satu ini menyebabkan lapisan bawah pondasi kosong. Akibatnya, pondasi yang menahan beban akan menggantung dan akhirnya retak. Selain penurunan tanah, air dan kelembapan juga dapat melemahkan pondasi. Baik air maupun kelembapan masuk melalui bagian perekat pondasi.

3. Timbal

Timbal (Pb) merupakan unsur logam berat yang butuh penanganan khusus. Hal ini dikarenakan timbal beracun terhadap manusia. Di rumah tua, pipa instalasi dan cat rumah dapat menimbulkan keracunan timbal. Hal ini dikarenakan sebelum tahun 1940-an, banyak pipa logam yang berbahan dasar timbal. Setelah itu, pipa berbahan dasar timbal diganti dengan pipa galvanis. Akan tetapi, pipa galvanis ternyata masih memiliki kandungan timbal. Untuk mengatasi kadar timbal ini, Anda dapat memasang sistem penyaringan pada instalasi air. Namun, bila memiliki budget lebih, tidak ada salahnya untuk mengganti pipa. Sementara itu, cat di rumah tua juga dapat berbahaya. Karena usianya sudah tua, tentu cat mengelupas. Apabila tertelan atau menempel di makanan, serbuk dan serpihan cat dapat membahayakan. 

4. Sistem Listrik

Rumah yang dibangun berpuluh-puluh tahun lalu biasanya tidak menggunakan sistem listrik seperti sekarang. Pada masa kini, sistem listrik dibuat menggunakan ground (jalur bawah). Jadi, Anda harus memeriksa instalasi listrik di rumah tua Anda. Lihatlah kabel pada outlet yang digunakan. Anda juga dapat meminta bantuan orang yang ahli untuk melihatnya. Anda dapat memasang ulang instalasi listrik bila instalasi yang lama sudah tidak sesuai standar. Memiliki instalasi listrik yang baik tentu membuat Anda dan keluarga merasa aman.

5. Asbes

Masalah selanjutnya yang muncul ketika merenovasi rumah tua ialah asbes. Atap ini sering digunakan di rumah-rumah tua. Menghirup beberapa jenis fiber asbes ternyata dapat memicu berbagai penyakit seperti kanker. Oleh karena itu, banyak negara yang sudah melarang penggunaan asbes. Apalagi, asbes juga sangat mudah hancur dan menyebar ke udara. Debu beracun asbes berbahaya bagi manusia apabila tertiup. Oleh karena itu, baik keluarga Anda maupun pekerja bangunan harus berhati-hati.

6. Jendela

Rumah tua biasanya memiliki keunikan yang tidak dimiliki rumah modern. Misalnya seperti model jendela tunggal yang menjadi daya tarik. Namun, ketika direnovasi, Anda akan sulit mempertahankan jendela ini. Selain mahal, model jendela ini juga sulit ditemukan dibanding model yang simpel. Namun, semua keputusan ada di tangan Anda. Bila renovasi rumah tua hanya bertujuan agar rumah lebih layak ditinggali, Anda dapat menggunakan model jendela lain.

7. Tangki Pendam, Sumur, dan Septic Tank

Ketika melakukan renovasi, Anda harus berhati-hati dengan benda-benda yang memiliki kedalaman. Misalnya seperti tangki pendam, sumur, dan septis tank. Ketiga tempat ini bisa saja menjadi sarang hewan seperti tikus ataupun serangga.

Related Posts

0 komentar: