Kamis, 12 Oktober 2017

Pahami 5 Hal Tentang BPHTB Online setelah Anda Beli Rumah di Depok

BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan wajib dibayarkan bagi Anda yang beli rumah di Depok. Setiap tanah dan bangunan yang diakuisisi pasti dikenakan pajak. Pajak ini dikenakan agar Anda diakui oleh negara. “Warga yang baik taat pajak,” begitu kredonya. Sebelum jauh, pahami dulu 4 hal tentang BPHTB online ini.

Source : lawyersrealtygroup.com

1. Pihak Pembayar

Pertama-tama, ketahui dulu siapa saja yang dikenakan BPHTB. Secara garis besar, pihak-pihak yang dikenakan BPHTB adalah mereka yang akan menerima hak untuk menggunakan bangunan. Dalam hal ini, tentu saja bangunan rumah. Jadi, bukan Anda saja yang hanya membayar BPHTB.

Tetapi mereka-mereka yang berhubungan dengan bangunan rumah terbeli milik Anda. Siapa saja mereka? Ahli waris, penerima hibah, Anda, dan siapa pun yang menggunakannya. Misalkan Anda suatu hari pasti mengalami penuaan dan mati. Jika rumah Anda diwariskan, maka beban biaya BPHTB dikenakan pada ahli waris.

Setelah dipindahtangankan, bukan lagi tanggungan Anda. Meskipun saat itu mungkin Anda masih hidup dan bisa bernapas bebas. Selain itu, ada kalanya seseorang tidak memiliki keturunan. Maka, banyak pula yang menghibahkan rumah yang terbeli di depok untuk umum saja. Misalnya untuk anak yatim atau bagian dari panti asuhan.

Cara-cara seperti ini sangat mulia. Tentu saja daripada hanya dijual sendiri dan uang dihabiskan percuma. Mendingan digunakan untuk membantu sesama yang membutuhkan naungan. Maka, pihak yang dikenakan tentu saja panti. Dengan mengetahui siapa yang bayar, maka untuk menjejaki step berikutnya jadi lebih mudah.

2. Adanya Transparansi dan Keakuratan Data

Inilah keuntungan pembayaran BPHTB via online. Pelayanan ini sudah diresmikan sejak tahun 2015 oleh pemerintah daerah Depok. Sebab, jika bicara tentang besaran pajak, pasti akan bicara pula pada pihak yang menyurvei dan mengaudit. Hal-hal seperti pada kasus Gayus Tambunan sangat membuat masyarakat jadi trauma.

Oleh karena itu, demi keamanan dan kenyamanan bersama, BPHTB online hadir. Jika Anda ingin membayar, tinggal ketikkan saja syarat demi syarat sebelum keseluruhan biaya dikalkulasikan. Setelah hasil akhir keluar, pasti Anda akan merasakan kemudahan lewat layanan online daripada harus berjam-jam diwawancarai penagih pajak.

3. Perhitungan BPHTB

Pada proses pembayaran, kesalahan yang paling sering terjadi itu seputar pengisian nomor KTP dan NPWP. KTP merupakan identitas Anda sebagai warga negara. Sementara NPWP juga identitas Anda sebagai pemilik rumah di Depok yang baru terbeli. Banyak yang kebingunan tentang simulasi perhitungan biaya BPHTB

Secara umum, rumusnya adalah NPOPKP x 5% NPOPKP = BPHTB terutang. Nilai NPOPKP diperoleh dari selisih antara NPOP atau Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak dikurangi NPOPTKP atau Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Bila Nilai Jual Objek Pajak PBB (NJOP PBB) lebih besar, maka besaran NPOP sama dengan NJOP PBB.

Tetapi bila NPOP lebih besar, maka besaran NJOP PBB sama dengan NPOP. Lalu berapa jumlah NPOPTKP khusus untuk kota Depok? Apabila bangunan rumah Anda belum dihibahkan atau diwariskan, maka nilai NPOPTKP sebesar 60 juta. Sementara kalau sudah dipindahtangankan, nilainya membesar jadi 300 juta.

Ini khusus untuk Depok, ya. Bisa jadi NPOPTKP untuk daerah lain besarannya beda. Perhitungannya sangat simpel, kan? Sebagian besar mereka yang salah hitung karena terlalu berat memikirkan singkatan untuk pembayaran BPHTB. Padahal tidak perlu berkerut kening begitu. Santai saja. Apalagi sudah lewat online. Pasti semakin mudah.

4. Wajib Ada Surat Ketetapan Pengurangan

Meski dirasa Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak terbilang tinggi, tapi tetap ada syaratnya. Jadi, tidak dengan sendirinya Anda mendapat keleluasaan seperti itu. Wajib ada Surat Ketetapan Pengurangan sebagai syarat khusus agar proses pembayaran BPHTB senantiasa lancar.

5. Transaksi BPHTB Hanya Dilakukan Sekali dalam 1 Tahun

Meskipun terjadi berkali-kali pemindahan bangunan ke pihak-pihak lain? Betul. Bila dalam satu tahun sudah dibayarkan BPHTB-nya, maka untuk pembayaran berikutnya juga berlaku untuk tahun depan. Jadi Anda tidak perlu khawatir adanya tagihan berulang-ulang dalam setahun. Bila memang ada, pasti itu pihak palsu.

Khusus untuk kota Depok pula, ada pengurangan NPOP terhadap ahli waris sebesar 1 miliar. Kebijakan ini pula menandakan bahwa rumah yang terbeli sudah berdiri lama. Sementara untuk transaksi hibah, jumlah pengurangannya tidak sampai 50% dalam pembayaran BPHTB.

Setelah mengetahui 4 hal penting tentang BPHTB, apakah langkah membayar pajak Anda surut? Jika Anda tinggal di negara sendiri dengan kebijakan otonom sendiri, pasti tidak ada istilah BPHTB. Tetapi Anda tinggal di negara. Rumah di Depok yang baru terbeli juga berada di kawasan negara. Agar hidup Anda lebih nyaman, bayar pajak, ya.

Related Posts

0 komentar: