Minggu, 25 Agustus 2019

Pengalaman Wisata Heritage Seharian di Semarang

Focus Reza - Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan berkunjung ke Semarang untuk urusan pekerjaan. Karena sudah lama tidak liburan saya coba cari tahu informasi wisata di Semarang. Ternyata Semarang memiliki banyak wisata heritage yang cukup menarik bagi saya. Akhirnya saya coba mengajak rekan kerja saya dan ia juga tertarik untuk mengekplor Semarang.  

Singkat cerita, setelah urusan pekerjaan selesai, saya mulai mempersiapkan segala kebutuhan, termasuk kendaraan. Berhubung tidak membawa kendaraan pribadi, Saya memutuskan untuk menyewa mobil melalui Traveloka. Caranya cukup mudah, tinggal cek harga sewa mobil di kota yang kamu tuju, pilih kendaraan kemudian tentukan lokasi penjemputan.

cek harga sewa mobil di kota yang kamu tuju

Lawang Sewu 

Destinasi pertama yang saya pilih adalah Lawang Sewu, karena paling dekat dengan hotel tempat saya menginap saat ini. Lawang Sewu merupakan wisata heritage yang paling terkenal di Semarang. Bagi beberapa orang mungkin destinasi wisata ini kurang begitu menarik karena tidak ada banyak hal yang bisa dilihat, kecuali berbagai lokomotif dan gerbong kereta api tua. 

Meskipun demikian, melihat arsitektur klasik yang sarat akan sejarah ditambah berbagai cerita mistis yang beredar memberikan daya tarik tersendiri bagi saya. Saya juga menyempatkan diri melihat bekas penjara bawah tanah yang ada di bawah bangunan ini.  

Banyak hal yang bisa saya dapat dari kunjungan ke tempat ini, terutama tentang sejarah bangunan dan perkembangan kereta api di Indonesia serta beberapa foto untuk mengisi feed Instagram. Terlepas dari kesan mistisnya, tempat ini punya cukup banyak spot foto yang bagus, loh. Bahkan saya melihat ada orang yang sedang melakukan foto pre-wed di sana. 

Kelenteng Sam Poo Kong 

Dari Lawang Sewu saya berpindah ke Klenteng Sam Poo Kong. Tempat ini dulunya adalah persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok, Zheng He/Cheng Ho, yang kini dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta berziarah. 

Hal pertama yang membuat saya tertarik adalah arsitektur khas negeri bambu dengan aksen warna merah yang dominan. Kita hanya diperbolehkan melihat-lihat atau berfoto dari area luar kelenteng, hal tersebut dimaksudkan agar tidak mengganggu umat yang sedang berdoa di dalam kelenteng. 

Berbeda dengan ketika di Lawang Sewu, tidak banyak informasi sejarah yang bisa saya dapat. Namun sebagai gantinya saya mendapatkan banyak foto dengan latar belakang yang epic. Tak heran banyak orang yang berkunjung ke sini hanya untuk sekedar mengabadikan momen. Pihak Kelenteng juga menyediakan jasa penyewaan pakaian khas China untuk keperluan foto. 

Mesjid Agung Jawa Tengah 

Tidak terlalu lama menghabiskan waktu di Klenteng Sam Poo Kong, saya melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Jawa Tengah. Setelah selesai menunaikan salat asar, saya bekeliling sebentar untuk melihat-lihat area masjid yang sangat megah ini.  

Arsitektur masjid ini cukup unik menurut saya, satu bangunan berbentuk persegi yang dihimpit dua bangunan berbentuk persegi panjang dan ditengahnya terdapat ruangan terbuka yang memiliki payung raksasa yang akan dibuka ketika hujan. Berdasarkan Penelusuran saya di Google, masjid ini memiliki gaya arsitektur perpaduan antara Jawa dan Yunani. 

Susan Spa and Resort 

Setelah lelah berkeliling kota Semarang akhirnya saya memutuskan untuk menuju Susan Spa and Resort yang sudah saya pesan melalui Traveloka. Alasan saya memilih penginapan ini karena memiliki banyak spot foto instagramable, mulai dari pemandangan kota Semarang, gunung Ungaran hingga kapel atau gereja kecil dengan desain dinding kaca yang keren.  

Setelah selesai membersihkan badan, saya keluar penginapan untuk mencicipi sate kelinci yang terkenal Bandungan. Sudah puas menikmati lembutnya daging kelinci, saya pun kembali ke penginapan dan membeli beberapa jagung bakar. Sepanjang jalan menuju penginapan memang banyak sekali yang menjual sate kelinci dan jagung bakar. 

Bermodal segelas kopi panas dan jagung bakar saya bersantai sambil menikmati hamparan lampu kota Semarang. Sayangnya cuaca malam itu kurang mendukung, jadi saya tidak dapat melihat bintang yang jadi daya tarik penginapan ini. Setelah puas menikmati pemandangan malam kota Semarang, saya pun kembali ke kamar untuk istirahat dan persiapan pulang besok. 

Itulah pengalaman wisata heritage singkat saya di Semarang. Bagi saya itu merupakan pengalaman yang menarik, meskipun ada sedikit kekecewaan karena tidak sempat mengunjungi Candi Gedong Songo karena waktu yang terbatas. Mungkin lain waktu saya akan kembali lagi ke kota ini dan mengunjungi tempat wisata heritage lainnya yang belum sempat saya datangi.

Related Posts

0 komentar: