Senin, 24 Februari 2020

Tips Rawat Luka Diabetes untuk Menghindari Amputasi

Focus Reza - Pola hidup yang salah seringkali mendatangkan penyakit pada tubuh, entah itu penyakit biasa atau kronis. Banyak sekali penyakit kronis yang mendatangi masyarakat saat ini salah satunya adalah diabetes. Diabetes adalah tingginya kadar gula dalam darah yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi salah satunya adalah munculnya luka yang sulit disembuhkan sehingga menyebabkan jaringan pada luka tersebut mati dan dianjurkan untuk melakukan amputasi. Namun sebenarnya, ada usaha yang bisa dilakukan untuk mencegah amputasi asalkan Anda mengetahui cara rawat luka diabetes yang benar. Perawatan luka diabetes tidak hanya dilakukan di rumah sakit, namun bisa juga di rumah dilakukan sendiri atau dengan bantuan dokter terdekat yang bisa dipanggil untuk melakukan perawatan luka di rumah. 

Luka diabetes pada awalnya sama seperti luka biasa. Bedanya, luka biasa yang terbuka akan segera menutup karena sel di sekitarnya masih hidup dan membentuk jaringan baru untuk menutup luka. Sedangkan pada pasien diabetes, sel-sel di area luka sudah mati dan sel disekitarnya juga tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup dari aliran darah sehingga tidak bisa membantu menutup luka. Luka terbuka justru bisa semakin lebar karena sel di sekitarnya ikut mati hingga menimbulkan opsi amputasi. Agar kondisi ini tidak berlarut-larut, ada beberapa cara merawat luka akibat diabetes yang perlu Anda lakukan secara bersamaan, yaitu: 


1. Menjaga kebersihan luka.

Luka terbuka sangat rentan terhadap terjadinya infeksi. Apalagi penderita diabetes memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah sehingga kurang kuat melawan kuman dan bakteri. Untuk membantu tubuh melindungi infeksi terutama di area luka, jaga kebersihannya dengan mencucinya setiap hari menggunakan air mengalir dan sabun antiseptik. Setelah itu oleskan obat atau salep antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Jika perlu tutup luka dengan perban anti lengket dan kasa steril agar terhindar dari pengaruh lingkungan luar. 

2. Menjaga area luka.

Area luka yang sehat juga perlu dijaga agar luka tidak semakin parah. Misalnya luka yang terjadi di bagian kaki, maka hindari menggunakan sandal atau sepatu yang ketat. Hindari menggunakan celana ketat yang bisa menghambat peredaran darah. Jangan bepergian tanpa menggunakan alas kaki dan berhati-hatilah saat menggunting kuku agar tidak timbul luka baru. 

3. Kontrol kadar gula.

Cara rawat luka diabetes yang paling cepat adalah dengan menurunkan dan mengontrol kadar gula sehingga peredaran darah menjadi lebih lancar dan area sel mati menjadi sehat sehingga bisa melakukan regenerasi. Mengurangi asupan gula dan mengkonsumsi obat penurun kadar gula darah harus dijadikan pola diet selama kadar gula masih tinggi. 

4. Pola makan.

Menjaga pola makan juga menjadi cara menjadi faktor penting untuk mempercepat penyembuhan luka. Konsumsi buah dan sayur dalam jumlah cukup sehingga kebutuhan nutrisi Anda dapat terpenuhi dan membantu proses metabolisme tubuh. 

Luka diabetes rawan terkena infeksi sehingga jika pasien merasakan demam, luka menjadi bertambah lebar hingga bernanah dan berdarah kembali, jangan segan untuk langsung menghubungi dokter. Penanganan yang cepat dan tepat dalam teknik rawat luka diabetes dapat membantu Anda untuk menghindarkan pasien dari amputasi yang menakutkan. Akan tetapi jika memang penanganan sudah tidak memungkinkan karena area luka sudah lebar dan menggerogoti tulang, amputasi menjadi jalan yang lebih sehat dibandingkan membiarkan bagian tubuh membusuk secara perlahan.

Related Posts

0 komentar: