Selasa, 28 April 2020

Jenis dan Cara Menggunakan Cairan Radiator Coolant Untuk Mobil

Focus Reza - Cairan pendingin radiator memiliki fungsi penting bagi kinerja mesin mobil. Bila air di dalam radiator berkurang, bisa menyebabkan mesin panas atau overheat. Cairan pendingin ini harus diganti secara rutin,yaitu saat jarak tempuh mencapai 40.000 km. Selanjutnya cadangan air di radiatornya harus dicek setiap minggu. Jangan sampai tabung radiator kosong terlalu lama. Anda bisa menggunakan cairan radiator coolant untuk mobil. Selain itu ada beberapa jenis radiator yang bisa anda gunakan. 

Cairan radiator coolant untuk mobil

Air Biasa 

Cairan radiator yang paling umum digunakan adalah air biasa. Anda bisa menggunakan air mineral atau air keran. Jika menggunakan air biasa, mesin akan sulit menjaga suhu mesin. Terutama dalam kondisi macet parah. Karena titik didih rendah, membuat kadar penguapannya tinggi. Jika menggunakan air mineral, juga bisa menyebabkan kerak atau karat bila digunakan dalam jangka waktu panjang.  

Radiator Coolant 

Jika ingin mesin terjaga dengan baik, bisa menggunakan radiator coolant. Air ini dibuat khusus untuk mencegah korosi material logam dan menyerap panas pada mesin., didalam radiator coolant mengandung zat anti beku propylene gylcol, air tanpa kandungan mineral dan pencegah karat. Dengan adanya kandungan propylene glycol, membuat cairan ini memiliki titik beku lebih rendah dan titik didih lebih tinggi dibandingkan air biasa. Sehingga bisa menjaga suhu mesin dengan baik. 

Radiator Super Coolant 

Selain ada radiator coolant, juga ada radiator super coolant. Penggunaan radiator ini harus dicairkan dengan air terlebih dahulu. Pengencerannya dengan perbandingan 50:50. Titik didih radiator super coolant lebih tinggi mencapai 130 derajat celcius. Karena titik didihnya tingi, maka panas yang diserap lebih banyak. Air didalam mesin pun tidak cepat menguap dan cepat habis, 

Antifreeze dan Coolant Protector 

Jenis air coolant ini tidak jauh beda dengan radiator super coolant. Untuk menggunakannya, harus dicairkan dengan air bersih terlebih dahulu. Tapi air coolant ini hanya bisa digunakan sesuai dengan iklim. Penggunaan di iklim tropis harus menggunakan perbandingan 50:50. Kelebihannya bisa menjaga panas sampai 128 derajat celcius. 

Setelah mengetahui jenis air radiator diatas, anda bisa memilih air yang sesuai kebutuhan. Salah satu produk yang bisa anda gunakan adalah master radiator coolant premixed red. Cairan radiator ini sudah siap dipakai, sehingga tidak perlu dicampurkan dengan air lagi. Mampu menstabilkan suhu mesin dan mencegah terjadinya karat di dalam raditor. Sehingga bisa menjaga mesin mobil anda dengan baik. 

Cara Menggunakan Cairan Radiator Coolant 

Cara penggunaan air radiator ini sangat mudah. Bahkan anda bisa melakukannya sendiri di rumah.  Berikut ini langkah-langkah yang harus anda lakukan: 

  • Buka bagian tutup radiator mobil anda 
  • Cek cairan radiatornya, jika kotor buang air tersebut dan kuras sampai bersih. Pastikan tidak ada kotoran yang tertinggal. 
  • Buka master radiator coolant premixed, kemudian tuangkan ke dalam radiator sesuai batas yang ditentukan. 
  • Tutup radiator dengan rapat. Hidupkan mesin selama 5 menit 
  • Biarkan tutup radiator dingin, kemudian buka kembali. Cek ketinggian cairan di radiator. Jika kurang anda bisa menambahkannya lagi. 

Master radiator coolant premixed red memiliki kualitas yang bagus. Mampu merawat mesin mobil anda dengan baik. Tidak akan membuat berkarat dan menjaga kestabilan suhu. Sehingga anda tidak perlu takut mobil mogok saat di kondisi macet. Jadi cairan radiator coolant untuk mobil yang terbaik adalah master radiator coolant premixed red.

Related Posts

0 komentar: