Pajak Penghasilan Atas Bunga Obligasi Turun

Focus Reza – Pemerintah sempat memberlakukan penurunan tarif pajak penghasilan untuk bunga obligasi berlaku baik untuk obligasi pemerintah maupun swasta. Khususnya angka 5% ini berlaku untuk obligasi infrastruktur, dana investasi real estate dan efek beragun aset yang masuk ke dalam catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perubahan tarif ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 55 Tahun 2019 tentang pajak penghasilan atas penghasilan berupa bunga obligasi. Pemangkasan ini memang ditujukan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di obligasi yang diterbitkan pemerintah maupun swasta. Di kemudian hari, peningkat minat tersebut juga diharapkan turut mendukung pengembangan pembangunan infrastruktur dan real estate. 

Apa yang terjadi pada jenis investasi lain jika masyarakat berama-ramai menanamkan investasinya di obligasinya? Penurunan pajak bunga menjanjikan keuntungan yang lebih manis. Ada dua kemungkinan yang diprediksi akan terjadi oleh para pakar:

pajak penghasilan

Minat investasi deposito menurun

Eko listiyanto, Ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) berpendapat bahwa posisi pajak untuk bunga deposito yang masih di angka 20% jika dibandingkan dengan pajak untuk bunga obligasi yang menyentuh angka 5%, akan secara signifikan menggeser minat investasi dari deposito ke obligasi. Hal ini disebabkan tujuan dari investasi adalah mencari keuntungan. Dengan penurunan pajak untuk bunga obligasi yang menjanjikan keuntungan lebih besar, minat investasi deposito kemungkinan akan menurun dan investasi obligasi meningkat.

Minat investasi deposito tetap meskipun pajak bunga obligasi turun

Di sisi lain, Direktur Utama PT. Bank Central Asia (BCA) Tbk, Jahja Setiaatmadja memiliki pendapat lain. Ia menilai bahwa kebijakan penurunan pajak penghasilan untuk bunga obligasi ini tidak akan berpengaruh banyak terhadap minat orang untuk berinvestasi di deposito. Hal itu disebabkan baik obligasi maupun deposito memiliki karakter yang berbeda. Perbedaan mendasar dari kedua instrumen investasi itu adalah jika obligasi merupakan investasi jangka panjang, maka deposito adalah investasi jangka pendek karena ada yang bertenor 3 bulan saja.

Menyikapi hal ini, rasanya perlu bagi kita untuk mengenal lebih jauh mengenai salah satu instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan jangka panjang ini. Obligasi adalah istilah dalam pasar modal yang merujuk pada surat pernyataan hutang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Umumnya utang ini digunakan sebagai sumber pendanaan perorangan, perusahaan maupun pemerintahan yang nantinya harus dikembalikan sesuai tanggal jatuh tempo yang disepakati kedua belah pihak. Obligasi juga memuat bunga (kupon) yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi.

Bicara investasi sudah pasti juga bicara keuntungan. Obligasi sebagai salah satu produk investasi memiliki keuntungan tertentu, di antaranya:

1. Keuntungan dari bunga (kupon)

Ada 3 jenis kupon yang umum berlaku dalam investasi obligasi, yaitu kupon tetap yang nilainya tidak berubah (fixed coupon), kupon mengambang yang nilainya menyesuaikan indeks pasar uang (floating coupon), dan obligasi tanpa kupon (zero coupon bond). Semakin lama jangka waktu obligasi, maka semakin besar pula keuntungan yang bisa didapatkan.

2. Keuntungan dari selisih harga obligasi

Jika ketika akan dijual nilai obligasi naik menjadi 125% dari 100% harga beli, makan kita bisa mendapatkan keuntungan senilai 25% tersebut. 

Bunga (kupon) obligasi lebih tinggi dibandingkan bunga deposito

investasi obligasi bisa lebih menguntungkan dibandingkan deposito karena persentasi bunganya lebih tinggi dibanding deposito dan bisa ditransfer secara berkala.

3. Jaminan keamanan

Pembayaran kupon dan pokok bagi obligasi pemerintah dijamin UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008

Sebagai pihak yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai pihak penerbit obligasi, digibank by DBS dapat memperjualbelikan obligasi. bicara investasi sudah pasti juga bicara keuntungan. dengan investasi obligasi via Aplikasi digibank by DBS kita bisa mendapatkan keuntungan-keuntungan tersendiri tersendiri, seperti berikut:

  • Pelayanan 24/7 

Kita bisa melakukan transaksi jual-beli serta memantau investasi kita melalui Aplikasi digibank by DBS dengan sistem yang selalu online dan data yang up to date di handphone kita 

  • Keuntungan dari bunga (kupon) 

Ada dua tingkat imbal hasil yang berlaku pada investasi obligasi di Aplikasi digibank by DBS, yaitu fixed dan floating with floor dengan batas minimum 5,10 % p.a. dengan begitu, tidak perlu khawatir akan kerugian karena posisi indeks pasar uang yang terus berubah dan mungkin jatuh. 

  • Jaminan keamanan 

Obligasi yang terdapat di aplikasi digibank by DBS merupakan obligasi pemerintah yang mana pembayaran kupon dan utang pokoknya dijamin UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008 

  • Harga beli obligasi yang relatif terjangkau 

Berdasarkan nominalnya, investasi obligasi di Aplikasi digibank by DBS merupakan obligasi ritel dengan harga minimal pembelian sebesar Rp. 1.000.000 dan jangka waktu 2-3 tahun. 

Meminimalisir kerugian juga adalah bagian dari berinvestasi, sudah waktunya untuk penyedia layanan investasi seperti Aplikasi digibank by DBS untuk hadir sebagai solusi. Terlebih mengingat beberapa kasus kerugian akibat investasi saham yang sempat terjadi baru baru ini.

Posted on August 5, 2021 in Informasi,Keuangan by admin

Comments on 'Pajak Penghasilan Atas Bunga Obligasi Turun' (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *